Abstrak
Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi di masa lampau dan kondisi kegagalan untuk mencapai perkembangan fisik. Kabupaten Gunungkidul, khususnya di Kelurahan Kelor Kapanewon Karangmojo tahun 2023 menunjukkan kejadian stunting yang cukup tinggi dan masih ditemukan balita mengalami gizi buruk sebanyak 19 balita. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengetahuan dan kinerja terhadap peran kader dalam tumbuh kembang dan pemantauan tumbuh kembang balita mendukung program penurunan angka stunting di Kalurahan Kelor, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan data primer secara deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang mencakup pengetahuan, kinerja dengan pernyataan benar dan salah, serta peran kader dalam tumbuh kembang, pemantauan kader dalam tumbuh kembang dan kinerja kader menggunakan skala likert dengan tiga opsi pilihan, yaitu tidak pernah, kadangkadang dan selalu. Responden adalah semua kader posyandu yang ada di Kelurahan Kelo Kapanewon Karangmojo. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan kader mengenai tumbuh kembang dan mengenai stunting mayoritas dikategorikan baik (97.1%), begitu juga pengetahuan mengenai pemberian makanan tambahan (PMT) sebagian besar baik (73.5 %). Sejalan dengan kinerja kader mengenai pemahaman dan pelaksanaan tugas di Posyandu serta pemberian makanan tambahan (PMT) di Posyandu, namun kinerja tentang pemberian penyuluhan tentang stunting, pengisian KMS dan pembuatan oralit masih kurang. Hasil uji regresi linier menunjukkan bahwa pengaruh pengetahuan dan kinerja terhadap peran kader dalam penurunan angka stunting sebesar 73.6% menunjukkan bahwa masih diperlukan upaya peningkatan pengetahuan serta upaya dalam peningkatan kinerja kader melalui kebijakan dalam penguatan pengetahuan dan pendampingan para kader tentang pencegahan stunting untuk mendukung tercapainya penurunan angka kejadian stunting di Kelurahan Kelor. Perlu pendampingan yang terus menerus oleh Dinas Kesehatan setempat kepada kader agar selalu memantau kondisi sasaran yang mengalami stunting, dengan harapan angka stunting dapat menurun sehingga kesejahteraan dalam keluarga tercapai.