p-ISSN / e-ISSN: 3063-878X Bapperida Kabupaten Gunungkidul
Model Agroforestri-Ekowisata Dalam Penguatan Ketahanan Ekologi dan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Karst Gunungkidul
PDF

Kata Kunci

Agroforestri
Ekowisata
Karst
Ketahanan Ekologi
Livelihood Resilience

Abstrak

Perubahan iklim, degradasi lahan dan tekanan ekonomi pedesaan menuntut adanya model pengelolaan landscape yang mampu menyeimbangkan konservasi dan produktivitas. Penelitian ini mengkaji integrasi agroforestri dan ekowisata di Kawasan Karst Gunungkidul sebagai strategi berbasis komunitas untuk memperkuat ketahanan ekologi sekaligus meningkatkan livelihood resilience masyarakat. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis peran ganda model agroforestri–ekowisata dalam mendukung keberlanjutan ekologi dan ekonomi lokal serta merumuskan arah kebijakan pengembangannya di tingkat daerah. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka mini etnografi digunakan untuk memahami pengalaman, persepsi dan praktik masyarakat dalam mengintegrasikan agroforestri dan ekowisata sebagai strategi ketahanan ekologi dan ekonomi lokal. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman dan Saldaña melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan model agroforestri–ekowisata memiliki fungsi ganda. Secara ekologis, agroforestri meningkatkan tutupan vegetasi, memperbaiki struktur tanah, menekan erosi dan memperkuat daya serap air landscape karst yang rentan kekeringan. Sementara itu, ekowisata memperluas manfaat edukasi lingkungan dan konservasi berbasis masyarakat. Dari sisi ekonomi, agroforestri menyumbang 35–40% pendapatan rumah tangga, sedangkan ekowisata menambah Rp 1,5–2,5 juta/bulan dari homestay, wisata edukatif dan produk olahan, sehingga menciptakan diversifikasi pendapatan yang memperkuat resiliensi ekonomi rumah tangga. Penelitian merekomendasikan penguatan kebijakan daerah melalui integrasi agroforestri–ekowisata dalam RPJMD dan RIPPDA, pemberian insentif bagi BUMDes, KTH dan Pokdarwis serta pengembangan skema kredit mikro hijau dan pelatihan digital marketing untuk mendukung inovasi produk. Dengan demikian, model agroforestri–ekowisata berpotensi menjadi strategi pembangunan desa berbasis konservasi produktif yang memperkuat ketahanan ekologi, ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

PDF