Abstrak
Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi pariwisata yang besar, namun menghadapi berbagai tantangan keberlanjutan seperti keterbatasan infrastruktur, tekanan terhadap lingkungan, dan ketimpangan kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor determinan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan dan merumuskan implikasi kebijakan yang mendukung strategi pembangunan pariwisata yang inklusif dan kompetitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 200 wisatawan yang telah mengunjungi Kabupaten Gunungkidul dalam enam bulan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang disusun berdasarkan lima variabel utama: kelestarian lingkungan, keadilan sosial, kesejahteraan ekonomi, adaptasi teknologi, dan peningkatan kemitraan. Analisis dilakukan untuk menguji hubungan antarvariabel dalam konteks pembangunan pariwisata berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa empat variabel— kelestarian lingkungan, keadilan sosial, kesejahteraan ekonomi, dan peningkatan kemitraan—berpengaruh signifikan terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan. Di sisi lain, adaptasi teknologi belum menunjukkan pengaruh yang signifikan, mengindikasikan perlunya penguatan infrastruktur digital dan literasi teknologi di sektor pariwisata. Faktor kesejahteraan ekonomi menjadi yang paling dominan, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi lokal yang merata merupakan penggerak utama keberlanjutan sektor ini.