Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interkoneksi trilogi warisan Geo-Bio-Cultural (Geologi, Keanekaragaman Hayati, dan Budaya) sebagai satu sistem yang utuh di Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, dengan fokus lokus di Kabupaten Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan untuk menjawab permasalahan fragmentasi pemahaman dan pengelolaan terhadap ketiga pilar warisan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif di situs kunci (seperti Gua Pindul, Telaga Ngepan, dan permukiman tradisional), wawancara mendalam dengan informan kunci (pengelola, tokoh masyarakat, budayawan), serta kajian dokumen. Pemilihan informan dan lokasi menggunakan teknik purposive dan snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data. Data yang terkumpul diolah dan dianalisis secara tematik melalui proses koding, kategorisasi, dan interpretasi untuk mengidentifikasi pola hubungan antar elemen. Keakuratan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, serta proses member checking. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa geologi karst berperan sebagai penentu utama (master constraint) yang menciptakan sekaligus pembatas dan peluang bagi perkembangan kehidupan. Biodiversitas beradaptasi dalam kerangka ini dan memberikan layanan ekosistem penting, seperti pengendalian erosi dan penyerbukan, yang menjadi jembatan antara proses alam dan manusia. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa nilai universal geopark terletak pada integrasi trilogi ini, sehingga pengelolaannya memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif. Berdasarkan temuan, untuk penelitian selanjutnya, disarankan mengembangkan Geo-Bio-Cultural Interconnection Index (GBCI) berupa indeks kuantitatif terpadu yang mengukur kekuatan hubungan antara ketiga aspek berdasarkan parameter seperti ketergantungan masyarakat pada mata air karst, keberadaan flora-fauna endemik yang terkait mitos adat, serta kelestarian situs geologi yang dijaga kearifan lokal, sehingga pemetaan prioritas konservasi menjadi lebih terukur dan objektif.